Tahun baru Imlek sangat lekat dengan angpao. Bahkan tradisi memberi angpao ini akhirnya diadopsi di setiap hari raya lainnya seperti lebaran serta natal. Angpao umumnya diberikan kepada kerabat yang belum menikah terutama anak-anak kecil.

Sayangnya tidak sedikit yang kurang terampil saat memegang uang banyak. Sehingga ujung-ujungnya justru momen imlek tidak bisa dimaksimalkan untuk hal yang produktif seperti menambah tabungan, dana darurat atau modal usaha. 

Padahal jika mendapatkan uang tambahan ada baiknya membayarkan kewajiban terlebih dahulu jika memiliki tagihan kredit online. Dengan begitu, beban bulanan akan semakin berkurang dan memacu produktivitas kerja. Lalu apa saja tips yang bisa dilakukan dalam mengatur angpao Imlek? Berikut ringkasannya: 

1. Dahulukan bayar utang

Bagaimanapun kondisi keuangan, prioritaskan untuk membayar kewajiban alias utang. Apalagi jika utang tersebut merupakan kewajiban kepada kerabat, sahabat atau keluarga yang masih memiliki hubungan erat. Jangan sampai silaturahmi menjadi renggang karena telat membayar utang padahal sudah punya uang dari angpao Imlek.

Bayarlah utang yang punya beban bunga paling tinggi. Prioritas kedua adalah utang yang tenornya paling panjang. Dengan begitu beban bulanan akan makin berkurang sehingga dana bulanan yang ada bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang lebih produktif. 

2. Sisihkan untuk tabungan

Paling tidak disisihkan untuk tabungan minimal sepertiga dari total angpao yang didapatkan. Jika ditotal angapao yang didapatkan sebesar Rp3 juta, sisihkan Rp1 juta untuk tabungan, sisanya bisa digunakan untuk kebutuhan yang lainnya.

Jangan lupa dengan resolusi keuangan. Jika sudah punya target uang Rp10 juta per tahun, penuhi salah satu nya dengan angpao Imlek selain dari bonus atau penghasilan sampingan. 

3. Bijak dalam penggunaannya

Jangan langsung tergiur membeli semua barang atau wishlist yang tertunda. Pikirkan lagi dua hingga tiga hari apakah keputusan membeli barang tersebut sudah tepat atau sebaliknya. Sehingga apa yang dibeli benar-benar produktif bisa menunjang pekerjaan, menambah keterampilan atau menjadi aset yang menguntungkan di kemudian hari. 

4. Gunakan untuk menambah modal usaha

Jika sudah punya usaha kecil-kecilan di rumah, bisa juga digunakan untuk menambah modal usaha. Apalagi kondisi pandemi saat ini usaha online sedang booming karena masyarakat cenderung lebih memilih belanja online dibandingkan membeli langsung.

Sebenarnya modal usaha bisa juga didapatkan dari cicilan atau kredit online selama untuk kebutuhan produktif dan bunganya rendah. Salah satu yang menyediakan kredit online dengan bunga rendah seperti Kredivo. Terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan serta memiliki izin operasional yang sah.

Syarat untuk menjadi pengguna Kredivo cukup mudah. Masuk umur dan punya penghasilan tetap bulanan seperti berikut ini:

  • Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon, Balikpapan, Batam, Purwakarta, Padang, Pekanbaru, Manado, Samarinda, dan Kediri.
  • Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Kredivo dapat memberikan kredit limit sampai dengan Rp30 juta dengan bunga pinjaman flat 2,6% per bulan. Tenor yang diberikan pun sangat fleksibel mulai dari 3,6 sampai dengan 12 bulan. Sehingga cocok untuk usaha apapun dengan jangka waktu cicilan yang panjang.

5. Pastikan ada pos untuk dana darurat

Jika kamu masih lajang, jangan abai juga mengumpulkan dana darurat. Dana darurat beda dengan uang dingin. Dana darurat harus dalam bentuk uang keras sehingga bisa digunakan kapan saja saat dibutuhkan. Lain halnya dengan uang dingin yang memang tidak digunakan atau tidak masuk pos manapun karena pos-pos lain sudah terisi. 

Rata-rata uang dingin disimpan dalam bentuk tabungan, deposito atau investasi jangka panjang seperti dalam bentuk logam mulia atau saham.