Pernikahan adalah sebuah ibadah yang sangat besar sekali pahalanya. Namun, sebelum memasuki pernikahan maka seorang pria haruslah mengkhitbah calon mempelainya terlebih dulu. Tukar cincin sebagai salah satu acara di dalamnya, lalu cincin tunangan di jari mana kamu wajib tahu.

Pernikahan merupakan sebuah proses ibadah sunnah yang terlama atau bahkan seumur hidup. Menikah sekali seumur hidup tentulah menjadi impian dari banyak orang.

Sebelum proses ijab kabul terjadi, maka ada proses tunangan. Dalam proses ini biasanya ada prosesi tukar cincin. Lalu bagaimana hukum Islam memandang hal ini? Kemudian, apakah laki-laki boleh memakai cincin tunangan? Simak penjelasannya berikut ini.

Hukum Khitbah Dan Memakaikan Cincin Tunangan Dalam Ajaran Agama Islam

Siapa Yang Wajib Memasangkan Cincin Tunangan

Hukum khitbah adalah sunnah yang dianjurkan. Dalam pelaksanaannya selama tidak terjadi pelanggaran maka diperbolehkan. Lamaran biasanya disertai dengan hadiah sebagai tanda pengikat calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita.

Hadiah yang biasanya diberikan adalah sebuah cincin pertunangan. Cincin pertunangan ini merupakan suatu kebiasaan orang barat (non-Muslim). Namun, karena ini adalah suatu budaya maka diperbolehkan prosesi tukar cincin ini.

Hal ini diperbolehkan selagi belum ada hal-hal yang dapat mengharamkannya. Lalu dalam agama Islam, lebih baik ibu dari calon mempelai laki atau yang perempuan yang memakaikan cincin pertunangan tersebut.

Secara umum, memakai cincin yang benar diperbolehkan untuk laki-laki maupun perempuan. Tetapi untuk pria cincin bisa menjadi haram berdasarkan bahan yang dipergunakan.

Hal Yang Dapat Mengharamkan Tradisi Tukar Cincin

Tidak ada jawaban mutlak atas hal peletakkan cincin dijari sebelah mana. Senyaman si pengguna saja. Namun, ada hal yang dapat menjadi haram dalam tradisi tukar cincin ini.

  1. Jika calon mempelai pria sendiri yang memakaikan cincin tersebut. Sebab, memasangkan cincin tunangan menurut Islam jika dilakukan oleh lawan jenis maka tidak boleh. Karena belum adanya ikatan yang sah akan hal tersebut.
  2. Cincin untuk calon suami berbahan emas. Sebab, Islam mengharamkan pria memakai apapun yang berbahan emas. Sebaiknya dihindari untuk calon mempelai pria jika ingin menggunakan cincin juga. Pilih bahan seperti palladium atau titanium saja.
  3. Mempunyai keyakinan bahwa cincin tersebut sebagai simbol yang mengikat serta mengukuhkan mereka. Sejatinya, sahnya pernikahan adalah adanya ijab dan qabul. Jadi lebih baik dihindari pemikiran seperti itu.

Pertunangan ini adalah hal awal untuk membuka jalannya pernikahan. Maka lebih baik lakukan hal tersebut sesuai dengan aturan agama Islam yang berlaku. Mengadopsi budaya itu diperbolehkan asal tidak menjadikan hal tersebut sebagai sarana atau acuan utama.

Tetap mengikuti ajaran agama sesungguhnya adalah hal yang lebih baik. Itulah tadi beberapa hal tadi yang tidak diperbolehkan dalam pertunangan. Peletakkan cincin tunangan di jari mana itu semua tergantung si pemakai nyamannya dimana.