Review Upin Ipin Episode Tudung Saji

Upin & Ipin Musim 14 - Tudung Saji Mengkuang (Episod Penuh) | Upin Ipin  Episod Baru 2020 - YouTube

Malam itu, Upin dan Ipin sedang memijat kaki Opah sambil menonton televisi. Kemudian, muncul iklan Barangan Malaysia. Kak Ros pun tertarik untuk berbelanja aneka produk buatan Malaysia.

Upin Ipin Pergi ke bazar Barangan Malaysia

Di kedai Uncle Muthu, Tuk Dalang sedang membaca koran. Di sana ada pula Abang Salleh. Tak lama, Uncle Ah Tong datang setelah berbelanja berbagai furniture di Barangan Malaysia.

Setibanya di lokasi bazar, Upin dan Ipin bertemu Mei-mei dan Susanti. Kedua anak perempuan tersebut sedang asyik memilih gelang. Kemudian, mereka sama-sama mendengar suara Mail yang tengah mempromosikan kripik bersama kakak laki-lakinya. Kak Ros menyusul adik-adiknya ke tempat Mail berjualan. Upin, Ipin, Mei-mei, Susanti, dan Kak Ros mencoba keripik tersebut, rasanya enak sekali. Ternyata keripik tersebut telah diekspor hingga ke Korea dan Jepang.

Kakak Mail menjelaskan, ada banyak produk buatan Malaysia seperti tas rotan dan sepatu telah diekspor hingga ke Eropa. Upin, Ipin, dan Kak Ros lanjut berkeliling hingga mereka tiba di sebelah mobil yang menampilkan video hologram.

Video tersebut menjelaskan seputar produk-produk terkenal di dunia yang sebenarnya adalah buatan Malaysia. Cara untuk mengetahui apakah produk tersebut merupakan buatan dalam negeri adalah terdapat label “Buatan Malaysia”.

Upin Ipin Memenangkan Voucher Belanja RM1000

Tak lama, Upin dan Ipin didatangi oleh seorang pria yang merupakan pembawa acara di bazar tersebut. Lelaki tersebut menawarkan si kembar hadiah berupa voucher belanja senilai RM1000 apabila mereka mampu menjawab kuis dengan benar. Upin dan Ipin menerima tantangan tersebut. Ternyata mereka berhasil menjawab dengan tepat dan memperoleh hadiah.

Dengan kakaknya, mereka berjalan mengelilingi bazar. Mencari berbagai produk buatan Malaysia yang menarik perhatian mereka. Di antaranya ada mobil, lampu, kipas angin, sampai alat pijat kaki. Akhirnya mereka pulang dengan membawa banyak barang belanjaan.

Salah satunya adalah alat pemijat kaki untuk Opah. Opah senang sekali ketika mencoba alat tersebut. Opah juga bangga ternyata alat canggih tersebut merupakan produk buatan dalam negeri sendiri.

Upin Ipin Air Kolah Terakhir

Upin, Ipin, dan kawan-kawannya mendapatkan penyuluhan tentang kebakaran dari petugas pemadam kebakaran. Petugas damkar bertanya pada anak-anak TK Tadika Mesra, siapa di antara mereka yang ingin menjadi petugas pemadam kebakaran.

Hampir semua anak mengangkat tangannya, termasuk Upin dan Ipin. Petugas damkar kemudian menjelaskan jika tugas dari profesi ini tak hanya sekedar memadamkan api saja. Namun, petugas damkar bertindak sebagai penyelamat. Baik itu penyelamat kucing yang terjebak di atas pohon, kuda yang terlepas, maupun ular yang masuk rumah.

Tak hanya laki-laki saja yang bisa menjadi petugas damkar, perempuan pun bisa menjalani profesi tersebut. Upin Ipin dan kawan-kawannya diajak jalan-jalan naik mobil pemadam kebakaran.

Di rumah, si kembar bermain simulasi kebakaran dengan berjalan menggunakan mata yang ditutup kain. Kemudian mereka menuju dapur dan mengganggu Kak Ros saat akan menyalakan kompor. Menurut mereka, api berbahaya jadi sebaiknya tidak usah menyalakan api.

Lantas mereka menghampiri Opah yang tengah menyetrika baju. Kembali, Upin dan Ipin menyampaikan jika listrik dapat menyebabkan kebakaran. Bahkan mereka juga mempraktikkan ajaran petugas damkar untuk menyelamatkan diri ketika kebakaran terjadi.

Tiba-tiba Upin dan Ipin mendengar suara Fizi dan Ehsan berteriak panik karena api. Si kembar pun bergegas menyelamatkan temannya tersebut. Tak jauh, terdengar suara Mei-mei dan Susanti yang juga panik karena gubug tempat mereka bermain terbakar.

Upin dan Ipin dengan sigap memadamkan api layaknya petugas damkar sungguhan. Kali ini giliran Uncle Muthu yang panik karena api berkobar di atas penggorengannya. Kembali, dua anak tersebut menjadi penyelamat sejati.

Namun, ternyata itu semua hanya khayalan belaka. Upin dan Ipin justru mengganggu teman-temannya dan Uncle Muthu menggunakan pistol mainan. Ada-ada saja, ya.