Pertamina Jajaki Dua Opsi Terkait Pengembangan Kilang

PT Pertamina dan Saudi Aramco sampai kini masih merampungkan proses valuasi pengembangan kilang Cilacap atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap.

Teranyar, Pertamina dan Aramco sedang menjajaki dua opsi dalam kerja serupa pengembangan kilang Cilacap ke depan dengan menggunakan flow meter . Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya menghendaki prosesnya mampu rampung sebelum akan akhir th. ini.

Seperti diketahui, Nicke bersama Direktur Keuangan Pertamina, Pahala Mansury baru-baru ini singgah langsung ke Saudi Aramco untuk mengulas pengembangan kilang tersebut. “Untuk kilang Cilacap telah masuk konsep peningkatan kapasitas. Dengan Aramco, kami tersedia dua opsi.

Pertama, opsi sesuai bersama skema awal yang disiapkan sebelumnya. Kedua, kalaupun proses valuasi yang ditunaikan itu tidak raih kata kesepakatan, maka tersedia skema kerja serupa lain yang disiapkan.

“Jika enggak berjalan kesepakatan maka bakal memanfaatkan (seperti) skema Kilang Balikpapan,” kata dia. Skema kilang Balikpapan yang dimaksud yakni tidak ditunaikan spin off pada kilang eksisting. Nantinya, kerja serupa bakal menyontoh skema kerja serupa pengembangan Balikpapan. “Jadi eksisting kilangnya tidak spin off,” tegas dia.

kesepakatan pengembangan kilang Cilacap atau refinerry development master plan (RDMP) RU IV Cilacap bersama Saudi Aramco ini pernah ditandatangani pada 22 Desember 2016 lalu.

Penandatanganan ditunaikan oleh Direktur Utama Pertamina sementara itu, Dwi Soetjipto dan Chief Excecutive Officer Saudi Aramco, Amin H. Nasser. Tanda tangan ini terhitung merupakan kelanjutan berasal dari nota kesepahaman pada mulanya pada 2014