Pada beberapa besar kota di Indonesia bersama angka kepadatan penduduk yang tinggi (> 150 jiwa/ha), Flow Meter Air Limbah domestik yang tidak terolah menjadi sumber utama pencemaran air baik air permukaan maupun air tanah.

Untuk mencegah dan menanggulangi risiko tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya laksanakan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) skala perkotaan di 4 kota, keliru satunya adalah di kota Makassar.

Pembangunan SPALD-T kota Makassar terdiri berasal dari pembangunan jaringan perpipaan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD).

Jaringan perpipaan dapat mengumpulkan dan mengalirkan air limbah domestik baik black water dan grey water menuju ke IPALD untuk diolah dan dibuang sesuai bersama baku kualitas lingkungan yang berlaku sehingga tidak mencemari air permukaan dan air tanah.

Wilayah pelayanan SPALD-T Kota Makassar meliputi 5 kecamatan, yaitu kecamatan Makassar, Mariso, Mamajang, Ujung Pandang, dan Tamalate.

Pembangunan IPALD dan jaringan perpipaannya dijadwalkan terjadi sepanjang 5 th. merasa berasal dari th. 2019 sampai 2023 dan terdiri berasal dari tiga aktivitas utama, yaitu pembangunan IPALD bersama sistem Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) sebanyak 1 unit, pemasangan 2 unit pompa, serta pemasangan jaringan perpipaan sepanjang ± 72.830 m bersama mencampurkan pemanfaatan metode open trench (galian terbuka) dan metode trenchless (jacking).

Jumlah kelanjutan terpasang direncanakan sebanyak 14.000 kelanjutan (terbagi menjadi 9.900 kelanjutan domestik dan 4.100 kelanjutan komersial) bersama kapasitas IPALD sebesar 16.000 m3/hari dan diperkirakan dapat melayani 128.000 People Equivalent (PE).

Selain pembangunan SPALD-T skala perkotaan, Kementerian PUPR termasuk laksanakan pembangunan SPALD-T skala permukiman berbentuk pembangunan jaringan perpipaan dan IPALD yang keliru satunya berlokasi di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Terdapat 2 aktivitas utama dalam pembangunan SPALD-T skala permukiman di lokasi KSPN Danau Toba, yaitu pembangunan jaringan perpipaan dan IPALD Pantai Bebas serta optimalisasi IPALD Ajibata dan jaringan perpipaannya.

Pembangunan SPALD-T skala permukiman termasuk dijalankan di kabupaten Bantul, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diperkirakan dapat melayani 3000 KK.

Pembangunan SPALD-T diharapkan dapat mencegah air limbah domestik mencemari saluran drainase dalam jangka panjang, menambah kualitas air permukaan, dan memberikan manfaat lebih bagi penduduk sebagai sumber air, serta mengembangkan ekonomi kota, terlebih untuk sektor pariwisata.