Wonderkid Bali United: Tidak Ada Perbedaan Mencolok Gaya Melatih Shin Tae-yong dan Pelatih Lokal Indonesia

Shin Tae-yong yang lahir di Gyeongbuk, 11 Oktober 1970; umur 50 tahun ini merupkan mantan pemain sepakbola yang kini menjadi pelatih tim nasional Indonesia dan merupakan mantan pelatih tim nasional Korea Selatan di Piala Dunia 2018 Rusia.

  1. Shin Tae Yong Berharap Liga 1 Indonesia Bergulir

Shin Tae-yong mengaku gelisah karena Liga 1 terus vakum hingga saat ini. Karena ketidakjelasan kompetisi, kondisi fisik para pemain jeblok dan drop. Pelatih Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2021 itu prihatin dengan kebugaran para pemainnya yang bisa dibilang sangat tidak layak. Shin Tae-yong hanya ingin Liga 1 Indonesia musim ini segera diadakan. Shin Tae Yong berharap kompetisi di Indonesia bisa meniru K League 1 di Korea Selatan yang tetap berjalan walaupun di tengah pandemi COVID-19. K League menjadi kompetisi pertama di Asia yang kembali bergulir saat wabah virus corona pada Mei 2020 lalu. Pertandingan awalnya digelar tanpa penonton, tetapi menjadi dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas stadion. Shin Tae yong berharap Liga 1 dapat dijalankan dan berharap kerja sama Kapolri untuk mengizinkan kompetisi.

“Memang Liga 1 harus bergulir. Jadi jujur, saya tidak tahu mengapa kompetisi di Indonesia tidak bisa dijalankan,” kata Shin Tae-yong seperti yang dilansir dari berita bola indonesia.

  1. Kondisi Fisik Drop

Shin Tae-yong sudah memanggil 36 pemain, yang kemudian menjadi ke 35 nama untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia di Jakarta pada 8-28 Februari 2021. Baru latihan beberapa kali, pelatih timnas sangat tidak puas dengan kondisi fisik para pemainnya. Kebugaran Adam Alis dan rekan-rekannya jauh di bawah batas normal.

“Saya memang sampaikan ke Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, jujur selama setahun kompetisi tak bergulir, sangat susah untuk pemain meski mereka latihan pribadi,” jelas Shin Tae-yong.

“Untuk membuat kondisi fit 100 persen susah sekali. Saat ini, kondisi fisik para pemain hanya 30 persen. Jadi, mereka perlu meningkatkan latihan fisik dan kekuatan,” ucap pelatih berusia 50 tahun itu.