Sahabat UKM tentu tahu, bahwa pandemi telah mengubah wajah UMKM Indonesia menjadi murung. Masalah datang bertubi-tubi, mulai dari omzet yang menurun drastis maka dari itu sangat diperlukan Solusi bertahan di masa pandemi , sulitnya pengiriman pasokan bahan baku, terhambatnya distribusi produk, hingga angka penjualan yang terjun bebas.

Meski begitu, beberapa pegiat UMKM berhasil lolos dari kepungan masalah ini dan perlahan bangkit. Lho, kok bisa? Bagaimana caranya?

Salah satu contohnya adalah Sweet Sundae Ice Cream, yang di awal pandemi pendapatan usahanya turun drastis. Di bulan Maret 2020, angka penjualan benar-benar menukik tajam dalam grafik. Pada hari kedua PSBB diterapkan di Yogyakarta, kerugian mereka sudah mencapai 175 juta rupiah.

Meski begitu, mereka berhasil bangkit dengan mulai pelan-pelan mengalihkan jual-beli produk ke mitra online, seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Shopee dan lainnya. Sebelum pandemi, pesanan yang masuk secara online tidak terlalu banyak.

Pelanggan lebih suka membeli es krim dan gelato langsung di tempat penjualannya. Namun sejak pandemi, pesanan lewat Go-Food dan GrabFood menjadi sumber pendapatan utama mereka.

Contoh lainnya adalah Java Group, yang juga menghadapi krisis ini. Java Group merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang Food & Beverages dan saat ini menaungi beberapa merk dagang, seperti Bebek Kanoman, Solopuccino, dan Chicken Day.

Merk dagang ini berbentuk usaha restoran, kafe, atau gerai kecil yang sudah mencapai lebih dari 40 gerai dan tersebar di seluruh Indonesia. Di awal pandemi, dampak penerapan PSBB dan lockdown di banyak kota dirasakan langsung oleh usaha retail ini.

Beruntung, Java Group punya kepercayaan yang kuat terhadap kekuatan internet dan media sosial. Menurut data yang dimilikinya, pengguna internet di Indonesia di tahun 2020 mencapai angka 175,4 juta di mana 160 juta di antaranya merupakan pengguna internet aktif.

Hal ini tergolong sangat bagus untuk pertumbuhan sektor perdagangan online di negara kita. Belum lagi, Indonesia juga menempati urutan ketiga (setelah India dan Cina) dalam hal pertumbuhan pengguna internet.

Bagi Java Group yang memiliki usaha retail berbagai jenis makanan, mulai dari bebek penyet, ayam geprek, hingga fried chicken lokal, data-data di atas hanya berarti satu hal. Bahwa sudah saatnya pelan-pelan jalur perdagangan ia alihkan ke ranah distribusi online dan delivery order.

Datangnya pandemi mempercepat proses pengalihan ini, dan Java Group “dipaksa” belajar mengenai strategi perdagangan F&B secara online agar usaha retail-nya dapat bertahan. Sistem online order, dikatakannya, merupakan sistem jual-beli yang sekarang tengah berkembang pesat, dan sobat UKM pun harus memanfaatkan hal ini.

GrabFood dan GoFood mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya melayani jasa antar makanan, keduanya juga memungkinkan penjual untuk mempromosikan produk dengan cara membuat promo-promo tertentu.

Misalnya saja, untuk produknya, Asmui menawarkan promo “Sabtu-Minggu pesan apapun hanya bayar seribu rupiah” untuk pelanggannya.