Mengapa Investor Pilih Bangun Kilang Minyak di Singapura daripada Indonesia?

Mantan Staf Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said menjelaskan investor lebih berminat membangun kilang di Singapura dibanding Indonesia.

Hal ini salah satu disebabkan oleh perbedaan bunga bank yang berlainan signifikan. Sehingga Singapura dinilai lebih layak dibanding Indonesia.

“Membangun kilang di Singapura lebih layak dibanding Indonesia. Kenapa? hanya kasus bunga bank saja. IRR (Internal Rate of Return) 3 sampai 4 persen, di Indonesia 8 sampai 10 persen tidak mungkin layak.

Jika dibangun di Singapura, kata Said Didu, investasi pembangunan kilang tersebut menjadi layak gara-gara bunga bank di negara tersebut jauh lebih rendah. Adapun bunga bank Singapura hanya 2 persen.

“Kalau dibangun di Singapura menjadi layak gara-gara bunga banknya lebih rendah hanya 2 persen. Kalau sudi pemerintah beri tambahan insentif agar IRR nya menjadi naik menambah likuiditas,” paparnya.

Pembangunan kilang dinilai menjadi terlampau penting untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Mengingat Indonesia termasuk memiliki cadangan minyak mentah yang memadai banyak untuk dikelola.

“Perbankan pasti sudi mendanai. Pertamina ini memadai besar dan pasarnya memadai besar. Bayangkan saja penduduk Singapura hanya 3 juta tetapi gara-gara layak disana berebut orang bangun kilang.

Penduduk Indonesia 270 juta era nggak tersedia yang sudi bangun kilang dengan menggunakan Flow Meter Solar? Jadi memang inilah tarik menarik antara yang menghendaki berdagang dan menghendaki membangun industrinya,” tandasnya.