Layanan Gesek Tunai Kartu Kredit Makin Marak

Selain untuk berbelanja, kartu kredit juga mengimbuhkan layanan tarik tunai bagi para pengguna. Tarik tunai dapat dilaksanakan di anjungan tunai mandiri (ATM) terdekat.

Selain tarik tunai, pengguna kartu kredit juga dapat manfaatkan layanan jasa gesek tunai (gestun) untuk mendapat suntikan dana segar.

Gestun merupakan aksi menarik sejumlah uang bersama cara menggesekkan kartu kredit ke mesin melalui electronic knowledge capture (EDC)‎ di merchant tertentu ataupun perorangan penyedia jasa gestun atau gesek tunai.

Dalam perihal ini, kartu kredit digesek untuk pembelian barang tertentu, namun yang di terima cuma sejumlah uang sebagai pengganti barang yang dibeli itu.

– Layanan gestun dapat digunakan untuk menarik sejumlah uang melalui layanan mesin EDC tanpa melakukan pembelian barang tertentu.
– Tak cuma untuk keperluan konsumtif, tak jarang uang dari gestun untuk diputar kembali, dengan sebutan lain dijadikan tambahan modal usaha.
– Menambah modal bisnis deng‎an uang tunai dari gestun lebih gampang dan tak ribet dibandingkan bersama mengajukan kredit ke bank.
– Praktik gestun dinilai bukan tindakan penipuan atau mengelabuhi sistem, dikarenakan penyedia layanan berani terang-terangan gunakan MMT di depan lapak.

Layanan gestun kartu kredit sering dimanfaatkan Stevanus H. Ia mengaku udah lebih dari satu kali menyambangi merchant yang sediakan layanan gestun, kegunaan memperoleh dana segar yang dibutuhkan. “Lebih mending gestun daripada tarik tunai di ATM,” ucapnya, kepada Tribun Jateng, baru-baru ini.

Menurut Evan, sapaannya, sebelum akan melakukan gestun di merchant ia terutama dahulu menghubungi call center bank penerbit kartu kredit yang dipegang untuk bertanya ongkos resmi tarik tunai melalui ATM.

Dari keterangan kastemer service bank plat merah itu diketahui ongkos administrasi tarik tunai sebesar 6 prosen bakal dibebankan di tagihan.

Sementara, terkecuali melakukan gestun di merchant, ia cuma dikenai ongkos administrasi sebesar 2,5 persen, lantaran ia menyita uang tunai lebih dari Rp5 juta.

‎”Bagi aku ongkos administrasi enam prosen itu terlampau besar. Karena itu, aku tak memutuskan melakukan tarik tunai via mesin ATM. Rata-rata bea admin gestun di kisaran 2-3 persen,” terangnya.

Tak cuma untuk keperluan konsumtif, tak jarang Evan manfaatkan uang dari gestun untuk diputar kembali, dengan sebutan lain dijadikan tambahan modal usaha.

Meski memiliki gaji selalu bulanan sebagai karyawan swasta, ia juga nyambi bisnis kecil-kecilan. “Kalau lagi butuh tambah modal cepet, ya kadang manfaatkan gestun,” ujar pemilik bisnis pengananan itu.Tak ribet

Evan menyatakan, tingkatkan modal bisnis deng‎an uang tunai dari gestun lebih gampang dan tak ribet dibandingkan bersama mengajukan kredit ke bank. “Tak harus jaminan, sistem cepat. Kalau tepat ada uang segera dilunasi, menjadi temponya dapat kita atur sendiri,” bebernya.

‎Saat keluar kota, ia pun pernah gestun di sebuah merchant. Kala itu, ia kehabisan uang cash pas berada di Bogor. Sementara, di rekening tabungan pun udah tak ada dana. “Ya manfaatkan gestun sebagai dewa penolong,” tukasnya.

Meski demikian, pas Gestun Kartu Kredit di sebuah merchant di Kota Hujan itu, Evan harus terutama pernah melakukan pendaftaran. Ia tak paham kenapa ada mekanisme seperti itu.

Dari keterangan pemilik merchant, menurut dia, perihal itu cuma digunakan sebagai database. “Diminta isikan knowledge dulu, menjadi tidak tiba-tiba berkunjung terus kita segera gesek,” urainya.

Hal serupa dilaksanakan Tiyok Pribadi untuk memperoleh uang cocok bersama kuantitas yang diperlukan. Layanan gestun biasa di sediakan toko atau merchant yang sediakan layanan mesin EDC.

Di Semarang pun, menurut dia, keberadaannya terlampau banyak. Biasannya, pihak penyedia gestun memiliki toko.

“Kalau yang tidak memiliki toko umumnya di rumah-rumah. Kalau aku biasa gestun di toko batik dan tempat gestunnya ada di lantai dua. Sedangkan di luar toko umumnya ada postingan jasa gesek dan pelunasan, seperti di tempat belakang Ace Hardware Simpanglima Semarang,” ucapnya.

Dalam transaksi, penyedia praktik gestun bakal bertanya berapa kuantitas dana yang dibutuhkan, dan juga potongan administrasinya dijadikan satu bersama keseluruhan gesek atau di luar keseluruhan gesek.
“Jadi aku cuma terima uang dan struk bukti. Di struk ada postingan nama perusahaannya seperti travel, butik, atau toko elektronik,” jelasnya.
Terang-terangan

Tiyok berangggapan, praktik gestun bukan merupakan tindakan penipuan atau mengelabuhi sistem. Pasalnya, penyedia layanan gestun berani terang-terangan gunakan MMT di depan lapak mereka.

“Kalau yang di rumah-rumah cuma ada MMT kecil dan umumnya mereka gunakan iklan di koran,” ujar warga Indraprasta, Semarang itu
Tiyok menuturkan, transaksi yang umumnya difiktifkan adalah pembelian baju, elektronik, dan travel agen. Kalau di tempat biasa gestun, Tiyok sering dibikin membayar travel agent seperti seolah-olah membeli tiket atau paket wisata.

“Jadi tidak nampak aneh untuk transaksinya. Masak terkecuali membeli baju, bulan ini membeli busana Rp 2 juta, bulan depan membeli busana Rp 3 juta kan tidak wajar,” imbuhnya.

Soal ongkos gestun, Tiyok bercerita, normalnya dikenai tarif lebih kurang 3-5 prosen dari tiap transaksi. Pemilik toko atau penyedia gestun juga selama ini tidak pernah tingkatkan ongkos meski di hari peak season seperti Ramadan pas ini.

“Soal ongkos tidak pernah berubah-ubah, selalu di kisaran 3-5 prosen dari tiap transaksi. Hanya saja seperti Ramadan ini banyak yang melakukan gestun dan dana yang disiapkan pemilik gestun juga bertambah,” paparnya.

Ia mengungkapkan, kartu kredit tiap bank memiliki banyak fitur seperti bebas iuran tahunan, tiga tahunan, atau bebas iuran tahunan selamanya. Fasilitas kartu kredit nyaris mirip, yakni membeli gesek langsung, tarik tunai, dan gesek tunai.

Namun untuk tarik tunai, tiap kartu kredit memiliki limit tersendiri, contoh kartu kredit bersama limit Rp 10 juta, bisa saja dapat tarik tunai cuma Rp 4 juta-Rp 5 juta.
Sementara, gestun sering digunakan dikarenakan pemilik kartu seolah membeli dan ia memperoleh uangnya. Hanya saja kelemahannya terkena charge toko yang dibebankan kepada pelaku gestun.