Komponen Sistem Perencanaan Sumber Daya Manusia

Beberapa komponen dalam sistem perencanaan sumber daya manusia, yaitu sebagai berikut:

a. Tujuan

Perencanaan sumber daya manusia adalah proses yang memanfaatkan sumber daya manusia yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang.

b. Perencanaan organisasi

Perencanaan organisasi dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi. Pegawai atau tenaga kerja menjadi faktor penting bagi perencanaan organisasi. Beberapa variabel yang sangat penting dan berpengaruh dalam aktivitas perencanaan, yaitu:
1) peramalan bisnis;
2) perluasan dan pengembangan usaha;
3) perancangan dan perubahan struktur;
4) falsafah manajemen;
5) peranan pemerintah;
6) produk dan kemampuan manusia.

Kunjungi Juga Spesifikasiproduk.com untuk mengetahui Review Produk-produk Terlaris di Pasaran Indonesia saat ini, agar tidak ketinggalan untuk mendapatkan diskon harga besar-besaran untuk setiap produk yang ditawarkan. Serta berita Viral terbaru.

c. Pengauditan sumber daya manusia

Proses ini merupakan intensif, penyelidikan, penganalisisan, dan pembandingan informasi yang ada dengan norma standar yang berlaku, yang meliputi penelusuran secara normal dan sistematis mengenai aktivitas program kepegawaian, program analisis jabatan, penarikan pegawai, testing pelatihan, pengembangan manajemen, promosi jabatan, transfer, taksiran pegawai, hubungan kerja, pelayanan pegawai upah pegawai, serta moral dan sikap kerja. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pengauditan sumber daya manusia, yaitu:
1) kualitas kekuatan kerja; yang dicapai melalui pengalaman pendidikan, pelatihan, dan pengembangan;
2) penentuan kualitas; melalui analisis jabatan yang berguna untuk menentukan tugas-tugas, tanggung jawab, kondisi kerja, dan integrasi antar-jabatan;
3) daftar kemampuan (skill);
4) turnover kerja (reputasi kerja); hal ini menimbulkan kekosongan pegawai karena pegawai pensiun, berhenti, cuti, izin absen, dan meninggal. Hal ini bertujuan untuk mencegah turnover kerja tinggi sehingga diperlukan pengisian kekosongan jabatan dengan segera;
5) perubahan secara internal untuk mempromosikan jabatan, penurunan jabatan, dan transfer jabatan.

d. Peramalan sumber daya manusia

Peramalan sumber daya manusia sangat mirip dengan pengauditan sumber daya manusia. Perbedaannya, peramalan sumber daya manusia ditunjukan untuk masa yang akan datang dan peramalan sumber daya manusia lebih menitikberatkan terhadap perubahan eksternal organisasi dan meramalkan sumber daya manusia, memperhitungkan perubahan teknologi, kondisi permintaan dan penawaran, dan perencanaan karier. Sumber: (Studi Kelayakan Bisnis – H. Dadang Husen Sobana, M.Ag.)