Keuntungan memanfaatkan Flowmeter electromagnetic

Mempunyai Kepresisian Atau Acurasi tinggi dan stabil
Dapat melakukan Pengukuran dua arah

Pressure drop benar-benar kecil
Tidak tersedia anggota komponen sensor yang bergerak atau berputar
Dapat digunakan untuk sanitasi, air limbahm air kotor sampai air lumpur
Dapat diaplikasikan terhadap product minuman, susu, saos, kecap dan ciaran kental lainnya yang punya konduktivitas memadai.

Tersedia dari ukuran kicil sampai DN2000
Tersedia power dari AC, DC sampai battery
Tersedia style insertion flow meter

Kerugian memanfaatkan Flowmeter electromagnetic

Tidak dapat dikunakan untuk cairan yang tidak memounyai konduktivitas memadai
Tidak dapat digunakan di daerah yang mempunyai medan magnet tinggi

Kurang tepat digunakan terhadap cairan yang benar-benar tinggi temperaturnya
Tidak dapat mengukur tekanan dan temperature dan kudu dipasang sensor tersendiri

Cara Penggunaan Flow Meter electromagnetic

Flowmeter elektromagnetik terdiri dari dua bagian:

Electromagnetic Flow Sensor dan electromagnetic Flow Transmitter atau Converter.

Magnetic Flow Meter bekerja Berdasarkan hukum induksi elektromagnetik Faraday berguna untuk mengukur kecepatan aliran konduktif yang menghasilkan aliran volumetrik dari cairan konduktif yang lebih besar dari 5μS/cm.

Flowmeter elektromagnetic terhitung dapat digunakan untuk mengukur laju aliran volumetrik cairan korosif yang kuat. Seperti asam kuat dan alkali, dan cairan suspensi dua fase cair-padat yang seragam seperti lumpur, bubur dan bubur kertas. Banyak digunakan didalam cairan didalam pipa, seperti air, asam, kaustik, dan bubur.

Flow meter Electromagnetic tidak perlu upstream dan downstream yang panjang, supaya dapat di instal terhadap pipa yang relatif pendek dengan mengikuti keputusan dari manufacture. Biasanya berkiasar antar 5 – 10 diameter pipa upstream dan 2-5 Diameter pipa downstream