Pada kehidupan sehari hari kita ering mengetahui berbagai jenis sensor yang mungkin sebagian orang belum mengetahui kegunaan sensor tersebut, ada beberapa sensor yang akan kita bahas yaitu:

 

Sensor Pasif dan Sensor Aktif

Sensor pasif adalah jenis sensor yang dapat menghasilkan sinyal output tanpa adanya sumber listrik dari eksternal. Contohnya Termokopel (Thermocouple) yang menghasilkan nilai tegangan listrik sesuai suhu yang diterima termokopel.

Sensor aktif adalah jenis sensor yang membutuhkan sumber listrik dari eskternal untuk dapat beroperasi. Sifat fisik Sensor Aktif berbeda beda tergantung dengan efek eksternal yang diberikannya. Sensor Aktif ini disebut juga dengan Sensor Pembangkit Otomatis (Self Generating Sensors).

 

 

Sensor Analog dan Sensor Digital

Jenis jenis  Sensor selanjutnya yaitu Sensor Analog merupakan sensor yang dapat menghasilkan sinyal output yang terus menerus atau berkelanjutan.  Sinyal keluaran kontinu yang dihasilkan oleh sensor analog ini sebanding dengan pengukuran yang terjadi. 

Berbagai contoh parameter Analog ini diantaranya adalah tegangan, tekanan, suhu, pergerakan dan lain-lainnya. Beberapa Contoh Sensor Analog yaitu sensor akselerometer (accelerometer), sensor tekanan, sensor kecepatan, sensor cahaya dan sensor suhu.

 

Sensor Digital adalah sebuah sensor yang menghasilkan sinyal keluaran diskrit. Sinyal diskrit akan non-kontinu dengan waktu dan dapat direpresentasikan dalam “bit”. 

 

 

Akselerometer dan Sensor Cahaya

Sensor akselerometer adalah sensor yang mendeteksi perubahan posisi, orientasi, kecepatan, goncangan, kemiringan, dan getaran dengan gerakan indra. 

Akselerometer analog ini dapat digolongkan lagi menjadi beberapa jenis yang berbeda berdasarkan variasi konfigurasi dan sensitivitas.

 

Jenis jenis  Sensor selanjutnya yaitu Sensor Cahaya atau light sensor adalah sensor analog yang digunakan untuk mendeteksi jumlah cahaya yang mengenai sensor tersebut. Sensor cahaya analog ini dapat diklasifikasikan lagi menjadi beberapa jenis seperti foto-resistor, Cadmium Sulfide (CdS), dan fotosel.

 

 

Sensor Suara dan Sensor Tekanan

Sensor suara merupakan sensor analog yang digunakan untuk mendeteksi tingkat suara. Sensor suara analog ini menerjemahkan amplitudo volume akustik suara menjadi tegangan listrik untuk merasakan tingkat suara. Proses ini memerlukan beberapa sirkuit, dan menggunakan mikrokontroler bersama dengan Mikrofon untuk menghasilkan sinyal output analog.

Jenis jenis  Sensor selanjutnya yaitu Sensor Tekanan atau pressure sensor adalah sensor yang digunakan untuk mengukur jumlah tekanan yang diterapkan pada sebuah sensor. Sensor tekanan akan menghasilkan sinyal keluaran analog yang sebanding dengan jumlah tekanan yang terdeteksi.

 

 

Sensor Suhu dan Sensor Ultrasonik

Sensor suhu merupakan sebuah sensor yang tersedia secara luas baik dalam bentuk sensor digital maupun analog. 

Ada berbagai jenis sensor suhu yang digunakan untuk aplikasi yang berbeda.Salah satu contoh Sensor Suhu adalah Termistor, yaitu resistor dengan termal yang digunakan untuk  alat ukur mendeteksi perubahan suhu.

Sensor Ultrasonik

Sensor ultrasonik adalah jenis sensor non-kontak yang dapat digunakan untuk mengukur jarak serta kecepatan suatu benda. Cara kerja Sensor Ultrasonik berdasarkan sifat-sifat gelombang suara dengan frekuensi lebih besar daripada rentang suara manusia.

Sensor Giroskop dan Sensor Efek Hall

Jenis jenis  Sensor selanjutnya yaitu Sensor Giroskop adalah sensor yang digunakan untuk merasakan dan menentukan orientasi dengan bantuan gravitasi bumi. Perbedaan utama antara Sensor Akselerometer dan Giroskop adalah bahwa Giroskop dapat merasakan rotasi di mana akselerometer tidak bisa melakukannya.

Sensor efek hall atau hall effect sensor adalah sensor yang dapat mengubah informasi magnetik menjadi sinyal listrik untuk pemrosesan rangkaian elektronik selanjutnya.