Aspal hotmix atau pengucapan lainnya adalah aspal beton yakni sebuah campuran dari bahan agregat halus (Debu batu), agregat kasar (batu split), filler serta perekat aspal. Salah satu komponen dari kontruksi ini dimanfaatkan untuk keinginan lapisan, reparasi jalanan, lapangan pesawat terbang dan lain-lain. Lalu berapa sejamaknya biaya pengaspalan Hotmix per m3? Lihat Sedetailnya pada layanan Jasa Pengaspalan Jalan di bagian ini.

Harga Pengaspalan Hotmix Per kubik dan Cara Menakar Gelar Sub Base Course

Sebelum menyusun ihwal pengaspalan, memperkirakan hitungan belanja dan lain-lain termasuk juga gelar sub base course sangatlah dibutuhkan terutama pada Costumer. Hal ini berujud untuk mengharuskan biaya yang dibutuhkan selama ikhtiar pembuatan. Berikut cara menghitungnya.

Buatlah Rinciannya Terlebih Dahulu

Pada Lazimnya mengira RAB pengaspalan terkait pada tipe atau spesifikasi pekerjaannya. Seperti contoh pengelolaan proyek pengaspalan pada jalan raya mulai dari gelar makadam atau batu pecah dengan kondisi tanah yang tamat dipadatkan maka akan memiliki hitungan berbeda.

Jika membereskan proyek dengan spesifikasi yang sudah dijelaskan di atas serta bervolume 2000m2 maka rincian mulai dari mobilisasi kendaraan ringan maupun untuk alat berat, gelar sub base course, gelar hotmix s.d pemadatan finishing sangat wajib untuk dibuat terlebih dahulu rinciannya.

Cara hitung anggaran gelar sub base course

Untuk mengira gelar sub base course pertama pada elemen jumlah baru bisa dengan memanfaatkan rumus, jumlah batu = Tebal level x Panjang x Lebar x perihal loss. Elemen loss yakni elemen kehilangan yang diakibatkan dari proses bongkar muat dan penguraian batu.

Jadi sekiranya lahan memiliki volume 2000 m2 dengan memiliki tebal level 15/20 cm maka cara menghitungnya yakni (0,15 + 0,20:2) x 2000 x 1,3 = 455 m3. Jika Bayaran aspal hotmix per m3 berkisar Rp.270.000 maka biaya yang dibutuhkan yakni 455 x 270.000 = 122.850.000.

Itulah tadi penjelasan tentang biaya aspal hotmix per m3 beserta cara menakar gelar sub base course yang berguna untuk menentukan taksiran biaya atau biaya saat ingin menyelenggarakan pengelolaan proyek pengaspalan jalan dan lain-lain.