CCTV dapat otomatis mengetahui wajah dan objek jikalau di “belakangnya” dilengkapi dengan perangkat lunak yang dinamakan video analisis dengan paket CCTV murah dapat mengenali wajah.

Sesuai namanya, software inilah yang menganalisis hasil tangkapan video yang direkam oleh CCTV. Analisis dapat dikerjakan gara-gara software ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Software kamera ini miliki type pemindaian untuk identifikasi objek atau manusia.

Analisi ini dapat keluar orang umurnya berapa type kelamin, ketahuan memanfaatkan topi, wajah, atau tas,” kata Product Manager Enterprise Business Group Huawei Indonesia Eric Sugiono pas ditemui di sela-sela acara Indo .

Eric menjelaskan software tersebut nantinya dapat disambungkan dengan database milik kepolisian. Sehingga, hasil pengenalan wajah oleh CCTV dapat digunakan untuk mengidentifikasi kriminal atau buronan.

Ini berfungsi untuk jalankan pencegahan saat tersedia orang yang yang terdeteksi data base black list atau kriminal. Jadi nanti tersedia alarm bahwa orang ini sedang dicari,” ujar Eric.

Ketika sistem udah terintegrasi dengan beragam data, perangkat lunak ini termasuk bakal memudahkan sistem penyelidikan yang dikerjakan pihak berwenang.

Pasalnya perangkat lunak ini dapat secara cermat mengidentifikasi informasi seseorang. Sebab, sistem dapat langsung jalankan pencarian dari seluruh data rekaman CCTV yang ada.

“Kemudian dapat jalankan investigasi. Nah ini dapat lalukan pencarian dengan cepat.

Ciri ciri orangnya bagaimana Pakai topi, pakaian hitam, tas. Itu dapat jalankan pencarian dengan cepat, dalam hitungan detik,” tutur Eric.

Eric membandingkan kamera tanpa video asumsi bakal menyusahkan penyelidik agar prosesnya bakal lama. Dengan ada video analisis, sistem identifikasi pelaku dapat jauh lebih cepat diungkap penyelidik.

“Kalau dibandingkan dengan kamera biasa. Mereka ini mesti jalankan pencarian (manual). Harus cek beberapa kamera satu per satu dan hitungan dapat berjam-jam atau berhari-hari untuk mendapatkan orang yang dicari,” kata Eric.

Eric termasuk menjelaskan sofrware ini terbuka untuk merek kamera pengawas apapun di luar Huawei. Ia mengakui implementasi perangkat lunak di kamera pengawas sebetulnya masih rendah di Indonesia.

“Kalau di luar negeri udah banyak dipakai. Tapi jikalau di Indonesia mungkin masih dibilang masih baru. Mungkin tersedia tapi tidak banyak,” ujar Eric.