Cara Mudah Mengatasi 5 Jenis Error Pada SSL

Terkecuali Kamu waktu ini miliki web site, faktor keamanan adalah keliru satu hal yang vital.

Tidak ulang persoalan tampilan yang menarik bersama dengan user interface dan experience, namun yang bukan kalah pentingnya adalah kasus keamanan, ini jadi tidak benar satu kunci untuk kelangsungan web site Kamu kedepannya.

Tidak benar satu yang sanggup Kamu melaksanakan adalah bersama memberikan layanan SSL (Secure Socket Layer).

Proses konfigurasi SSL sebenarnya gampang, telah disediakan pedoman lengkap dan juga udah berlimpah video di sistem Youtube yang menjelaskan berasal dari awal sampai akhir pas proses konfigurasi Ssl.

Tapi kadang kami udah mengikuti disesuaikan bersama tutorial yang tersedia, ternyata masih berlangsung error yang bukan diduga.

Supaya memicu SSL yang Kamu memiliki bukan dapat berguna layaknya semestinya.

Rekomendasi untuk anda : Jasa OTP murah

 

Jenis Error Pada SSL

Namun Anda tidak perlu khawatir karena kami sudah menyiapkan cara mudah untuk mengatasi 5 jenis error pada ssl yang sering terjadi saat ini.

Bagaimana caranya? Silahkan ikuti pembahasan mengatasi error pada SSL dibawah ini:

1. Private Key Missing

Agar tidak terjadi private key missing, Anda perlu melakukan konfigurasi Private Key dan CSR (Certificate Signing Request) pada server yang sama.

Jika lokasinya berbeda SSL tidak akan bisa dilakukan konfigurasi, jadi Anda diharuskan untuk membuat sertifikat lagi dengan CSR yang baru.

Beberapa contoh saat terjadi private key missing:

  • Website tidak menggunakan HTTPS melainkan HTTP biasa.
  • Setelah melakukan import ke web server yang baru, sertifikat hilang dari daftar setelah dilakukan refresh.
  • Muncul pesan ‘Private Key Missing’ atau ‘Bad tag value’ saat proses instalasi berlangsung.

 

 

2. Redirect Masih ke HTTP

Redirect HTTP ke HTTPS
Redirect HTTP ke HTTPS

Saat proses instalsi selesai, Anda masih perlu untuk melakukan redirect menggubah dari HTTP menuju HTTPS.

Walaupun sepele tetapi ada beberapa yang mengalami kegagalan sehingga website malah tidak bisa diakses sama sekali. Berikut cara redirect dari HTTP menuju ke HTTPS dengan menambahkan beberapa baris kode berikut:

<IfModule mod_rewrite.c>RewriteEngine OnRewriteCond %{HTTPS} offRewriteRule ^(.*)$ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301]</IfModule>

Masukan baris kode tersebut diatas pada file .htaccess kemudian simpan.

3. To Many Redirects

Saat melaukan konfigurasi SSL, Anda mungkin akan melakukan redirect yang berulang pada website.

Ini biasanya akan memunculkan pesan error ‘To Many Redirect’ pada website.

Jika sudah seperti ini segeralah untuk melakukan cek pada file .htaccess atau bisa juga mematikan plugin SSL pada WordPress.

Setelah itu silahkan login ke akun cPanel hosting Anda dan cari file wp-config.php pada file WordPress, kemudian tambahkan script dibawah ini:

define(‘FORCE_SSL_ADMIN’, true);

Setelah itu tambahkan lagi baris kode dibawah ini setelah baris ‘FORCE SSL AMDIN’ diatas:

define(‘FORCE_SSL_ADMIN’, true);// in some setups HTTP_X_FORWARDED_PROTO might contain // a comma-separated list e.g. http,https// so check for https existenceif (strpos($_SERVER[‘HTTP_X_FORWARDED_PROTO’], ‘https’) !== false)       $_SERVER[‘HTTPS’]=’on’;

Jika sudah jangan lupa save kembali dan coba test apakah sudah normal atau belum.

4. Mixed Content

Mixed Content Pada SSL
Mixed Content Pada SSL

Konfigurasi SSL yang benar akan memunculkan icon gembok dibagian samping URL website.

Ketika Anda sudah memasang SSL tetapi icon gembok belum muncul, berarti ada yang salah. Penyebabnya bisa jadi karena Mixed Content pada website.

Error ini tidak terlihat secara jelas jika Anda tidak teliti, karena semua akan normal-normal seperti biasa, hanya saja muncul tanda (i) disamping URL website.

Untuk mengatasinya cukup mudah, Anda tinggal install plugin WordPress ‘Really Simple SSL’.

Plugin ini bisa Anda download secara gratis, fungsinya untuk memaksa semua konten dimuat dengan HTTPS.

Untuk melakukan settingnya cukup mudah, Anda bisa masuk melalui WordPress Dashboard > Setting > SSL. Anda tidak perlu melakukan konfigurasi, karena setelah aktif akan langsung otomatis bekerja.

5. Error NET::ERR_CERT_INVALID

Error terakhir ini biasanya Anda temukan langsung pada web browser, setiap browser memiliki pesan yang berbeda, intinya untuk memberi tahu kepada user bahwa sedang mengunjungi website yang tidak aman.

Error ini menAndakan bahwa browser tidak bisa menerima SSL dari website, ada beberapa faktor yang menyebabkan NET::ERR_CERT_INVALID ini:

  • SSL yang digunakan sudah kelewat expired. SSL biasanya memiliki masa aktif selama 1 tahun seperti domain, jadi Anda perlu teliti lagi kapan waktunya SSL expired.
  • SSL digunakan pada nama domain dan subdomain yang berbeda, sehingga tidak bisa terdeteksi oleh provider SSL.
  • Browser mengalami kendala saat melakukan verifikasi sertifikat yang dikeluarkan dari otoritas SSL terkait.

Untuk mengatasi masalah NET::ERR_CERT_INVALID, Anda bisa dengan menghubungi pihak provider SSL dimana Anda membeli atau bisa juga dengan menginstall ulang SSL yang sudah Anda miliki.