Bagaimana Cara Kreatif Melatih Anak Belajar Menulis?

Kegiatan menulis bisa dilaksanakan sejak dini lewat hal-hal yang simpel dan selalu menyenangkan. Anak bisa dilatih menulis di Les Calistung Jogja sambil bermain untuk mengembangkan imajinasi mereka.

Sebuah tulisan bisa dikembangkan andaikata anak miliki banyak pengetahuan, salah satu sumber ilmu itu didapat berasal dari membaca buku. Ayah bunda kudu memberikan stimulus ke anak dan bisa menjadi teladan bagi mereka terhadap tingkah laku kesibukan membaca.

Mendorong dan melatih anak studi menulis kreatif bisa dilaksanakan dengan bermacam macam cara yang menarik dan menyenangkan.

Beberapa di antaranya adalah sebagai tersebut :

1. Menulis cerita berdasarkan gambar

Pancinglah imajinasi anak dengan cara bersenang-senang menuangkan ide kreatifnya lewat gambar-gambar yang menginspirasi. Dari gambar tersebut, anak dilatih untuk menulis sederhana. Anda bisa melacak gambar tersebut dengan anak lewat majalah, buku, atau benda yang ada di rumah. Biarkan anak memilih gambar yang mereka sukai. Ajak mereka berimajinasi dengan gambar yang telah dipilihnya tersebut sehingga membentuk suatu cerita yang menarik.

 

2. Membuat cerita berdasarkan wajah

Berikan anak sebuah gambar wajah yang belum ada mata, bibir, hidung, alis dan ekspresinya. Biarkan anak melengkapi gambar tersebut sekaligus dengan ekspresi yang disukainya. Apakah wajah sedih, menangis, senang, tertawa, marah atau wajah tengah berpikir.

Biarkan anak menuangkan imajinasi terhadap gambar tersebut sampai selesai. Apakah berkenan membuat rambutnya menjadi laki-laki atau perempuan? Apakah gambar tersebut seorang anak kecil atau orang dewasa dan dipersilahkan andaikata mereka menghendaki mewarnai gambar tersebut.

Selanjutnya, anak membuat cerita perihal gambar wajah yang telah dibuatnya. Misalnya biodata orang yang ada di dalam gambar tersebut, siapa namanya? daerah tinggalnya di mana? anaknya siapa? umurnya berapa? hobinya apa? Kemudian disempurnakan pula tulisannya perihal kenapa miliki ekspresi wajah layaknya itu, tengah bahagia, sedih, atau marah? Dengan cara ini, anak diajak bersenang-senang, sambil berimajinasi menggambar, mewarnai, dan menulis.

3. Mengembangkan cerita berasal dari buku

Berikanlah sebuah buku cerita kepada anak dan mintalah mereka untuk mengembangkan ceritanya tersebut. Apakah pengembangan ceritanya adalah suatu cerita baru, cerita perihal sebelumnya atau sesudah perihal berasal dari cerita yang dibacanya.

Lanjutan cerita tersebut bisa saja berasal dari sad ending menjadi happy ending atau sebaliknya. Anak termasuk bisa memberikan cerita berasal dari tokoh yang tidak menonjol atau meningkatkan bumbu berasal dari cerita tersebut sehingga lebih lucu dan menarik.

 

4. Membuat Surat

Ajak anak untuk bermain surat-suratan. Mereka akan senang sebab mendapat pengalaman baru, yakni menerima surat yang dimaksudkan langsung untuk mereka. Misalnya kami membuat surat yang dimaksudkan untuk anak dan mereka termasuk membuat surat yang dimaksudkan untuk kita. Buatlah tema surat yang mereka sukai, andaikata mengirim surat ke tokoh kartun favorit mereka. Kita bisa bermain peran menjadi tokoh kartun yang mereka sukai. Anak bisa bermain peran sebagai tokoh yang kami inginkan.

Pancing anak untuk berkreasi menulis di dalam menuangkan ide-idenya perihal tokoh kartun favorit mereka, hal-hal apa yang menghendaki mereka ungkapkan perihal tokoh tersebut. Buka dan bacalah surat berasal dari anak, tunjukkan ekspresi gembira layaknya kami tengah menerima sebuah surat yang tengah kami nantikan. Kemampuan menulis anak bisa didongkrak dengan cara-cara yang kreatif dan menggembirakan sehingga anak tidak mulai jera andaikata kudu studi dengan teori menulis yang membosankan dan monoton.

Belajar menulis sambil bermain akan membantu menumbuhkan minat anak sejak dini lewat hal-hal sederhana, tapi mengena terhadap bagian otak kanan anak yang imajinatif. Jadi memang tidak ada anak-anak yang “kurang pandai” untuk menulis, melainkan sekedar anak-anak yang belum dikembangkan kemampuannya secara optimal.