5 Panduan Jadi Anak Santri dan Hidup di Pondok Pesantren yang Baik

Mewujudkan insan yang Qur’ani, Amali, dan Saintis sehingga mampu mencetak generasi-generasi Qur’ani, Sebelum melanjutkan artikel 5 Panduan Jadi Anak Santri dan Hidup di Pondok Pesantren yang Baik, Sekedar kami info:

Apabila Anda Mendambakan putra/putri untuk menjadi Tahfidz kunjungi website Pondok Pesantren Tahfidz

Jadi santri atau anak pesantren dan hidup di asrama sebagai salah satunya opsi belajar agama yang dapat diambil selainnya tentu saja belajar dalam Madrasah yang diatur oleh Kementerian Agama. menjadi santri kamu harus daftarkan diri ke yayasan pesantren didaerahmu. Dan ini kali kosngosan akan memberi beberapa panduan bagaimanakah cara jadi santri dan santriwati yang sukses saat belajar pengetahuan agama dan berpretasi.

Bagaimanakah cara anak pesantren hidup kerasan di pondok asrama? Kamu tentu kerap menyaksikan kehidupan anak pesantren yang sarat dengan sukai duka. karena umumnya anak Pesantren hidup di pondok atau asrama, karena itu kamu akan mempunyai rekan-rekan yang setiap harinya akan hidup bersamamu menuntut pengetahuan di pesantren.

Meskipun beberapa orang memandang Pesantren ialah instansi pengajaran yang tradisionil dan inferior dibandingkan dengan sekolah umum yang lain. Namun pengajaran berbasiskan pesantren mempunyai kelebihan dalam membuat watak dan pengetahuan agama seorang anak.

Pesantren di Indonesia sangat berkembang dibanding dengan jaman dahulu. sekarang pesantren di Indonesia telah banyak yang meningkatkan kurikulum pelajaran umum dari sisi dengan pelajaran agama sebagai pokok dari pembelajarannya.

Jumlahnya Pesantren Kekinian yang mempunyai gedung dan sarana yang komplet ikut serta memberi service pengajaran yang berkualitas untuk warga Indonesia. ini ditunjukkan jumlahnya anak pesantren yang memenangkan kejuaraan seperti Olimpiade dan perlombaan di bagian akademis yang lain.

Nach, untuk kamu yang ingin mendaftarkan dan jadi anak pesantren dan hidup di pondok asrama, sahabat kosngosan dapat ikuti panduan berikut ini supaya bisa jalani hidupnya dengan teratur dan nanti kamu dapat lulus dan membuat kariermu di masa datang.

1. Buang karakter dan rutinitas jelek sepanjang tinggal dengan keluarga di dalam rumah

Umumnya anak yang tinggal dengan keluarga memang hidup nikmat, tanpa pusing pikirkan ongkos dan kepentingan hidup setiap hari. Meskipun menjadi anak pesantrean kamu dapat pilih di antara hidup mondok (asrama) atau masih tetap tinggal dengan keluarga, namun tetap saja sesudah jadi anak pesantren, kamu tidak dapat kembali memiara karakter burukmu seperti malas bangun pagi dan malas belajar.

Yang hidup di asrama ponpes, kamu akan hidup berdikari tentu saja. Membersihkan baju sendiri, mengolah dan bekerjasa sama dengan rekan teman satu pondok. Oleh karenanya kebolehan jelek yang ada di dalam rumah tentu saja harus kamu buang.

2. Memiliki sifat terbuka dan fleksibel dalam merajut persahabatan

Terbuka tentu saja tidak asal-asalan saat menentukan rekan. Sahabat kosngosan harus selective dalam bersahabat maknanya cari rekan yang dapat menyebarkan virus positif, sementara rekan musuh tipe dan yang dapat mengundang hal negatif harus dijauhi.

Merajut silaturahim ialah kewajiban anak santri. Berkawan dengan rekan seumuran, hormat terharap senior dan kyai ialah wujud tata krama pertemanan yang tidak dapat ditawar . Maka kamu yang anti sosial, intovert atau no life harus berpikiran ulangi untuk mendaftarkan di sini. Terkecuali kamu berkemauan untuk berbeda dan memiliki sifat terbuka.

3. Menghilangkan perasaan malas dan hati gampang jemu

Salah satunya rutinitas jelek seblum jadi santri yang perlu kamu menghilangkan ialah perasaan malas. Malas kerjakan pekerjaan, malas kelar kelar kamar, malas bersihkan baju dan banyak. Kemalasan itu tentunya akan berpengaruh negatif. Kemungkinan dalam periode pendek kamu akan dijatuhi hukuman oleh kakak tingkat, tetapi jika tidak dapat ditangani kemungkinan kamu akan terserang peringatan langsung dari yayasan pesantren.

Gampang jemu kerap serang kamu yang kerap pikirkan tinggal nikmat di dalam rumah dengan keluarga. Bakal ada babak kebosanan tiba karena tinggal di lingkungan yang itu melulu. Seperti homesick, kemauan akan pulang kembali lagi ke rumah. Dan itu harus kamu minimalisir dengan melakuan aktivitas ektrakulikuler atau tingkatkan beribadah mu.

4. Management waktu dan selective dalam segalanya

Memanajen waktu sama sesuai kondisi dan situasi masing-masing. Baiknya ialah saat sebelum shubuh kamu harus siap-siap untuk mengingat. Selanjutnya pada pagi hari untuk mempelajari atau membahas lalu di siiang hari untuk menulis dan malam hari untuk mengulang-ulang pelajaran. Tentukan tempat belajar dan mengingat yang sesuai keadaan yang sahabat kosngosan sukai.

Selective saat membuat keputusan. Saat sebelum lakukan hal apa saja, pikirkan kembali apa tindakan mu menyalahi ketentuan pesantren, memiliki sifat dosa atau mungkin tidak. Jika ada rekan yang ajak ke hal negatif karena itu tolak dan nasihati akan resiko yang hendak diterima jika lakukan pelanggaran.

5. Janganlah lupa terus belajar dan aktif berkreasi

Sebagai santri kamu tentu saja ingin memiliki prestasi di pesantren kan? Ada beberapa banyak langkah untuk lakukan hal yang inovatif dan inovatif untuk peralihan yang telah digerakkan. Bagaimana kamu dapat jalankan tiap proses evaluasi pengetahuan yang diberi oleh guru atau kyai.

Selanjutnya jangan buru-buru berbangga. Turuti beragam aktivitas positif ekstrakulikuler karena saat ini ada beberapa pesantren yang punyai aktivitas positif seperti group musik islami, team sepak bola dan lain-lain. Tidak boleh ingin hidup monoton dalam asrama saja tanpa memperdalam hoby yang kamu gemari. Siapa yang tahu kamu menjadi perwakilan pesantren mu di salah satunya gelaran berprestise?