Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat 11,9 juta wajib pajak (WP) pribadi dan badan sudah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2020 per 22 April 2021.

“Perkembangan penerimaan SPT Tahunan Tahun 2020 dengan data update terakhir per 22 April 2021 pada pukul 09:02 WIB,” demikian keterangan resmi DJP yang kami terima pada hari ini, Kamis (22/4/2021).

Rinciannya lihat tabel di bawah ini:

Dibanding tahun yang lalu, untuk saat ini pelaporan SPT lebih tinggi 2.124.125 SPT, untuk SPT yang sudah masuk.

Baca juga :

Jasa konsultan pajak pribadi dokter karyawan tenaga ahli badan hukum perusahaan pt cv tarif kewajiban spt nihil umkm 0.5 final PPh 15 21 23 26 29 1771 kredit syarat pengajuan mencabut pkp efiling efin membuat kode billing npwp efaktur online mekanisme perhitungan bea cukai impor pemeriksaan pelaporan penghapusan sanksi telat bayar pendampingan sidang sengketa mencabut surat paksa permohonan pengurangan batas waktu penyetoran wajib ppnbm

 

 

“Sampai kala ini belum tersedia perpanjangan batas waktu, tetap selamanya 30 April untuk kudu pajak badan,” kata Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Neilmaldrin Noor.

Dalam pemberitaan media ini sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengimbau semua kudu pajak (WP) langsung lakukan pelaporan SPT Tahunan.

Karena jika terlambat melaporkan SPT Tahunan untuk kudu pajak badan hingga batas kala yang ditetapkan berakhir, maka bisa kena denda sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah).

“Untuk kudu pajak Badan atau korporasi hingga akhir April ini, dan tentu saja bisa terhitung ditunaikan secara lebih segera,” kata Menkeu Sri Mulyani.

Menkeu menghendaki kudu pajak bisa mengemukakan laporan SPT Tahunan secara online. Jadi, tidak kudu singgah kantor pajak gara-gara bisa ditunaikan berasal dari mana saja. Pelaporan SPT Tahunan secara online tetap meningkat berasal dari tahun ke tahun.